Konsep Ketuhanan adalah inti dari hampir semua peradaban manusia. Namun, semakin kita berusaha mendefinisikannya, semakin kita sadari sifatnya yang fundamental: abstraksi. Abstraksi ketuhanan gagasan tentang Yang Maha Ada sebagai realitas yang melampaui batas indra dan akal adalah medan pertarungan abadi antara kebutuhan manusia akan kepastian dan kenyataan bahwa Realitas Tertinggi selalu berada di luar jangkauan pemahaman penuh.
βTuhan atau sebutan apa pun untuk Yang Absolut seringkali harus "diterjemahkan" ke dalam bahasa manusia agar dapat dipahami dan dihayati. Masalahnya, bahasa dan pikiran kita terbatas pada kategori ruang, waktu, dan materi. Oleh karena itu, kita menggunakan analogi, dan metafora untuk mendekati Yang Tak Terbatas.
Konten lengkap tersedia setelah login.
Komentar (0)