Logo
βŒ•
Cermin Retak Ibu Pertiwi: Dilema Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Kolektif

Cermin Retak Ibu Pertiwi: Dilema Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Kolektif

Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
@wahyu
πŸ“ Perbincangan Politik
πŸ‘οΈ 33 β€’ ❀️ 1 β€’ πŸ’¬ 0
⏱️ 1 menit
πŸ“… 27 Jan 2026
Ringkasan:
Indonesia, sebuah bangsa besar yang kaya akan sumber daya dan budaya, seringkali dihadapkan pada dilema pelik dalam panggung politiknya. Di tengah harapan akan kemajuan dan kesejahteraan, tak jarang kita menyaksikan fenomena yang mengikis kepercayaan publik: wajah-wajah yang seharusnya menjadi teladan justru tersandung kasus-kasus memalukan, sementara mereka yang berpotensi membawa perubahan positif justru terpinggirkan atau memilih jalan sunyi. Gambaran ini, meskipun pahit, adalah realitas yang perlu kita hadapi dengan kepala jernih.

Kita menyaksikan bagaimana oknum-oknum yang memiliki rekam jejak kurang pantas bisa naik ke tampuk kekuasaan, seolah-olah sistem seleksi telah buta atau sengaja dibelokkan. Ruang politik, yang seharusnya menjadi wadah pengabdian, acapkali tercemar oleh intrik, kepentingan pribadi, dan transaksi-transaksi yang merugikan rakyat. Suara-suara sumbang tentang "politik terlalu amis" atau "najis" bukan sekadar bualan, melainkan refleksi dari kekecewaan mendalam yang dirasakan masyarakat.

Fenomena ini menjadi lebih ironis ketika kita, sebagai warga negara, seringkali secara tidak sadar turut berkontribusi dalam melanggengkan siklus ini. Terkadang, karena kepraktisan sesaat, karena bujuk rayu, atau bahkan karena apatisme, kita "mendorong mereka" atau "mendukung mereka" yang sebenarnya kita tahu tidak memiliki integritas yang kuat. Sikap "teramat necis" atau "teramat manis" kita dalam menyikapi dinamika politik terlalu sopan dalam protes, terlalu mudah melupakan, atau terlalu cepat menyerah justru bisa menjadi celah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk terus berkuasa.

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„


Info Pembaruan

Terbit: 27 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Nur Wahyu Hidayat, M.Pd. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Nur Wahyu Hidayat, M.Pd

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!