Geopolitik global hari ini bergerak dalam spektrum abu-abu. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok semakin mengeras, Rusia tetap menjadi variabel ketidakpastian, sementara konflik kawasan dan krisis global: energi, pangan, iklim kian saling bertumpuk. Dunia tidak lagi terbagi ke dalam dua blok utama, tetapi terbagi ke dalam lapisan terbelah oleh kepentingan yang saling bertabrakan.
Indonesia tidak berada di luar pusaran ini, Indonesia ada di dalamnya. Sebagai negara dengan posisi geografis yang strategis, ekonomi yang terus tumbuh, dan peran regional yang signifikan, Indonesia dihadapkan pada tekanan geopolitik yang nyata alih-alih menekan kekuatan adidaya. Setiap keputusan politik luar negeri membawa implikasi luas. Dalam konteks inilah politik luar negeri bebas aktif perlu dibaca ulang bukan sebagai doktrin kaku di masa lalu, tetapi sebagai prinsip yang memerlukan seni manuver yang lebih lincah.
Konten lengkap tersedia setelah login.
Komentar (0)