Logo
βŒ•
Wisata, Waktu Luang, dan Kegelisahan Modernitas

Wisata, Waktu Luang, dan Kegelisahan Modernitas

Burhanuddin Elbusiry
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
πŸ“ Filsafat Sehari-hari
πŸ‘οΈ 187 β€’ ❀️ 2 β€’ πŸ’¬ 0
⏱️ 1 menit
πŸ“… 30 Jan 2026
Ringkasan:
Barangkali seni berlibur yang hilang dari diri kita bukanlah soal pergi, tapi bagaimana kita kembali; Kembali ke dalam diri. Lantaran Prambanan dan wisata lain dengan segala keramain dan hiruk-pikuknya, mengajarakan satu hal yang cukup ironis bagi saya: di tengah orang-orang yang mencari jeda, keheningan justru menjadi hal yang paling langka.

Sepanjang perjalanan menyisir Prambanan yang disesaki pengunjung dari berbagai daerah, saya membatin: apa sebegitu pentingnya berlibur seperti ini, sampai-sampai mereka yang sudah tidak bisa jalan pun datang dengan kursi roda dan sebagainya? Apa manusia saat ini sudah kehilangan seni berlibur ke dalam diri? Atau ini tidak lebih dari sekadar FOMOβ€”fear of missing outβ€”takut ketinggalan momen yang dialami orang lain? Ataukah ada upaya menjejaki petilasan para leluhur meski dengan cara yang serba modern dan kadang terburu-buru? Entahlah.

Pertanyaan itu saling berkelindan di kepala saya sampai akhirnya berbuah tulisan sederhana ini. Pasalnya, bagi saya, di bawah terik matahari yang menyengat, dan di antara langkah-langkah yang tersendat serta antrean masuk yang mengular, pemandangan itu nampak ganjil dan penuh tanda tanya. 

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
Penerjemah dan Pengampu Mata Kuliah Filsafat Timur di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi, Malang.


Info Pembaruan

Terbit: 30 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Burhanuddin Elbusiry. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Burhanuddin Elbusiry

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!