Logo
βŒ•
Krisis Narasi Dibalik Minat Filsafat dan Sains

Krisis Narasi Dibalik Minat Filsafat dan Sains

Burhanuddin Elbusiry
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
πŸ“ Filsafat Sehari-hari
πŸ‘οΈ 101 β€’ ❀️ 1 β€’ πŸ’¬ 0
⏱️ 1 menit
πŸ“… 27 Jan 2026
Ringkasan:
Menggeluti filsafat dan sains bukanlah meniru orang lain, melainkan melanjutkan apa yang telah digagas oleh leluhur kita sejak ribuan tahun lamanya.

Tidak ada krisis minat filsafat dan sains di Indonesia, yang ada adalah krisis narasi tentang siapa kita dan dari mana arkeologi kecerdasan kita bermula. Indonesia saat ini, seolah berada di persimpangan: meninggalkan yang lama sebelum menguasai yang baru. Kita ingin berderap menuju kemajuan tetapi tercerabut dari akar kedirian kita sendiri; kita ingin maju tetapi ragu pada kemampuan intelektual kita sendiri.

Dalam sistuasi seperti ini, filsafat dan sains tampil seolah hal yang jauh dari tanah kita sepenuhnya; jauh dari keseharian kita. Akibatnya, ia nampak sebagai sesuatu yang asing, dingin, dan terputus dari identitas. Padahal, jejak awal dari cara berpikir ilmiah justru terpendam di tanah yang kita pijak. Mendetak-jantungi peradaban kita sendiri bahkan ia adalah DNA kita sebagai bangsa.

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
Penerjemah dan Pengampu Mata Kuliah Filsafat Timur di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi, Malang.


Info Pembaruan

Terbit: 27 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Burhanuddin Elbusiry. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Burhanuddin Elbusiry

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!