Fenomena menikmati kegundahan mungkin terdengar paradoks. Mengapa seseorang ingin berlama-lama dalam perasaan yang tidak nyaman? Jawabannya terletak pada penerimaan. Sama seperti siklus alam yang memiliki siang dan malam, panas dan dingin, kehidupan manusia juga penuh dengan pasang surut emosi. Menolak atau menekan perasaan negatif hanya akan memperpanjang penderitaan. Sebaliknya, dengan berani menghadapi dan bahkan "menikmati" kegundahan, kita membuka diri untuk sebuah proses penyembuhan dan pertumbuhan yang otentik.
Ketika kita gundah, dunia seolah melambat. Gairah mungkin mereda, dan keramaian di sekitar kita terasa jauh. Momen-momen seperti ini, meskipun tidak nyaman, adalah kesempatan emas untuk introspeksi. Tanpa gangguan eksternal, kita bisa menoleh ke dalam, memeriksa pikiran, perasaan, dan keinginan terdalam kita. Kegundahan bisa menjadi penanda bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membutuhkan perhatian, sebuah sinyal untuk berhenti sejenak dan mendengarkan suara hati.
Konten lengkap tersedia setelah login.
Komentar (0)