Tidak ada sistem yang begitu percaya diri menyebut dirinya rasional, sembari dengan tenang merusak syarat-syarat paling dasar dari keberadaannya selain sistem ekonomi modern. Ia membincang perihal efisiensi, pertumbuhan, kemajuan, serta hal lainnya, namun pada saat yang sama menggerogoti pemungkin paling gigantis dari kehadirannya sejak awal. Di sinilah paradoks ekonomi bermula, bukan sebagai bawaan tapi kesengajaan.
Para ekonom sendiri kerap memulai pembahasannya dari angka, grafik, indikator makro, juga membahas inflasi, produk domestik bruto, dan istilah aneh-aneh lainnya. Pokoknya, tingkat konsumsi dibincang seolah ekonomi adalah mesin tertutup yang kedap pengaruh. Seringkali begitu. Padahal, sebelum semua pembahasan itu, ada lapisan primordial nan esensial yang jarang disentuh: meta-ekonomi. Dan meta-ekonomi itu bukan pasar, bukan uang, melainkan alam dan manusia. inilah yang sebetulnya memungkinkan keberlangsungan sistem ekonomi.
Konten lengkap tersedia setelah login.
Komentar (0)