Logo
βŒ•
Antara Bencana, Takdir dan Ketidakjelasan Pemerintah
Beranda β€’ Artikel

Antara Bencana, Takdir dan Ketidakjelasan Pemerintah

Burhanuddin Elbusiry
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
πŸ‘οΈ 121 β€’ ❀️ 2 β€’ πŸ’¬ 0
⏱️ 1 menit
πŸ“… 26 Jan 2026
Ringkasan:
Indonesia tidak kekurangan pengetahuan, juga tidak kekurangan pijakan yang bernilai, tetapi tidak adanya kejelasan keberpihakan dan nir-keberanian politik untuk menolak proyek yang merusak meski bernilai triliunan. Olehnya, selama pemerintah terus ambiguβ€”berpura-pura ilmiah tapi takut pada kepentingan, berbicara moral tetapi abai pada keadilanβ€”bencana ini akan terus berulang nampaknya, bukan sebagai takdir, melainkan sebagai kegagalan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain.

(Sekadar disklaimer, essai ini ditulis tahun lalu. Namun, seperti kata peloak di pasar buku bekas ke saya kala itu: biar terbitan lama kalau belum pernah dibaca, tetap saja ia terbilang baru. Hehe)

Baik, mari kita mulai: Indonesia di satu sisi adalah Negeri yang dibentuk oleh bencana. Mulai dari Aceh yang diguncang tsunami 2004, Palu yang terbelah oleh likuifasi, letusan gunung berapi yang nyaris menjadi rutinan, hingga banjir yang datang silih berganti belakangan ini. Jika diteliti dengan seksama sebagian besar kejadian ini bukan sekadar bencana alam, melainkan peringatan historis yang terus berulang. Namun, anehnya, di negeri yang sedemikian akrab dengan bencana ini, kesadaran mitigasi justru masih tertatih dan belum menjadi prioritas pemerintah. Ini sungguh disayangkan.

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„
Burhanuddin Elbusiry
@Burhanuddin Elbusiry
Penerjemah dan Pengampu Mata Kuliah Filsafat Timur di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al-Farabi, Malang.


Info Pembaruan

Terbit: 26 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Burhanuddin Elbusiry. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Burhanuddin Elbusiry

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!