Logo
βŒ•
Menjelajahi Dualitas Eksistensi dalam "Sebelah Mataku"
Beranda β€’ Artikel β€’ Resensi Buku

Menjelajahi Dualitas Eksistensi dalam "Sebelah Mataku"

Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
@wahyu
πŸ“ Resensi Buku
πŸ‘οΈ 27 β€’ ❀️ 2 β€’ πŸ’¬ 2
⏱️ 3 menit
πŸ“… 25 Jan 2026
Ringkasan:
Lirik lagu seringkali menjadi kanvas bagi para seniman untuk melukiskan pemikiran, perasaan, dan observasi mereka tentang dunia. Lagu yang liriknya Anda berikan, dengan repetisi dan kontras yang kuat, mengundang kita untuk menyelami sebuah eksplorasi mendalam tentang dualitas dalam persepsi dan penerimaan realitas.

"Sebelah mataku yang mampu melihat / Bercak adalah sebuah warna warna mempesona / Membaur suara dibawanya kegetiran / Begitu asing terdengar"

Bagian ini memperkenalkan "sebelah mata" yang pertama, sebuah mata yang aktif dalam pengamatan dunia fisik. Ia melihat "bercak warna yang mempesona," menunjukkan kemampuan untuk menemukan keindahan dalam hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang terlihat acak atau tidak sempurna. Namun, penglihatan ini tidak sendirian. Ia juga merasakan "membaur suara dibawanya kegetiran / Begitu asing terdengar." Ini bisa diartikan sebagai kepekaan terhadap penderitaan atau ketidaknyamanan yang tersembunyi di balik permukaan yang indah, suara-suara batin atau sinyal-sinyal yang tidak kasat mata namun terasa getir, dan mungkin asing karena tidak sesuai dengan narasi keindahan yang coba ditangkap. Mata ini adalah mata yang sensitif, yang tidak hanya melihat yang baik, tetapi juga merasakan bayang-bayang di baliknya.

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„


Info Pembaruan

Terbit: 25 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Nur Wahyu Hidayat, M.Pd. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Nur Wahyu Hidayat, M.Pd

Komentar (2)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!