Logo
KATANYA KAMU BODOH, TAPI KOK SAYA PINTAR?

KATANYA KAMU BODOH, TAPI KOK SAYA PINTAR?

Liora Eowyn
Liora Eowyn
@Liora Eowyn
📖 Ceritra Pendek
👁️ 1 • ❤️ 0 • 💬 0
⏱️ 1 menit
📅 30 Apr 2026
Cerpen Berseri
Pilih episode untuk lanjut baca
🎭 Cerpen 🧩 Ruang Mira
Aa AA

Saya Mira. Benar, saya adalah anak perempuan Mamak dan Bapak yang bertengger di peringkat 27 dari 27 siswa saat SD. Nyaris tidak naik kelas. Saya bahkan mengalami trauma mendalam di awal kelas karena pelajaran Matematika. Gurunya galak, hobi berteriak, dan membentak saat mengajar. Ketakutan itu menjalar bahkan sebelum sosoknya melangkah masuk kelas.


Saat nama saya dipanggil, "MIRA!", tubuh saya refleks gemetar. "Hadir, Bu," jawab saya, suara mencicit pelan.


"Keraskan suaramu! Saya tidak dengar!"


Setiap pagi sebelum berangkat, saya selalu berdoa agar guru itu segera pindah tugas ke desa lain. Berdiri di depan kelas, pegang kedua telinga, angkat satu kaki! Begitu terus sampai mata pelajaran selesai. Itu adalah bentuk hukuman yang paling saya "sukai" daripada dicambuk kayu atau dipaksa makan beberapa cabai hanya karena tidak hafal perkalian.


Kisah berlanjut saat saya sudah bersekolah di kota Parepare, duduk di bangku kelas 1 SMP. Sekolah elit; hanya anak orang kaya dan berpendidikan yang bisa menjejakkan kaki di sana. Saya diterima lewat "jendela"—memakai koneksi orang dalam—karena Ibu pengasuh saya mengajar di sekolah tersebut.

Iklan


Suatu hari, seorang guru IPS menghampiri meja saya. "Selama ini prasangka saya terhadap murid pendiam itu pintar, ternyata salah. Setelah saya memeriksa lembar jawabanmu, ternyata kamu bodoh, walaupun pendiam.”


Akhirnya, ada guru yang secara terang-terangan melabeli saya bodoh. Meskipun guru di kampung dulu tidak mengatakannya langsung, sejak detik itu sebenarnya saya sadar: saya memang tidak pintar dalam belajar.


Berkat perkataan guru tersebut, teman-teman di kelas memandang saya berbeda. Ketika saya ingin meminta contekan PR, terutama pada mata pelajaran Matematika, mereka yang sebelumnya memberi, sekarang justru menjauh. Seperti luka yang ditaburi garam, kata “bodoh” itu berpengaruh besar pada hubungan pertemanan saya. Guru memiliki kekuasaan, dan ketika guru menindas, teman sekelas cenderung mengikuti sehingga membuat korban tidak berdaya.


Dampak dari perundungan verbal (verbal bullying) yang dilakukan guru serta silent bullying oleh teman sekelas berakibat pada trauma sekolah, penurunan harga diri, isolasi sosial, kecemasan dan depresi. Namun, kecemasan berlebihan itu tidak berlangsung lama. Saya bersyukur, walaupun sekarang menjadi penyendiri—“siswa sudut kelas” kata mereka—minat baca yang tinggi membuat saya tidak merasa kesepian.


Mereka tidak tahu bahwa diam-diam saya menyusun strategi. Sejak saat itu, saya mulai rajin menghafal dan lebih fokus belajar, walaupun itu adalah bentuk paksaan dari dalam diri demi menaikkan peringkat di buku rapor. Dari semua mata pelajaran, hanya Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam yang benar-benar saya senangi.


“Mira, kamu masuk peringkat sepuluh besar.” Wali kelas mengumumkan nama beserta peringkatnya. Seisi kelas tiba-tiba diam; semua mata tertuju kepada saya. Kalian tidak menyangka, bukan? Pada semester pertama kelas 2 ini, saya berusaha mati-matian menaikkan dari 21 menjadi peringkat 8 dari 40 siswa.


Satu lagi, saya berhasil mendapat juara pertama pada sayembara Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional tahun ini. Hal itu diumumkan di depan seluruh murid pada hari Senin saat upacara bendera dilaksanakan. Ketika menerima penghargaan tersebut, saya melirik guru IPS yang berdiri dibarisan para guru. Saya melihat ada gurat penyesalan di wajahnya. Makanya jangan terlalu cepat mengatakan bodoh kepada peserta didikmu, bisa jadi kamu yang bodoh dalam menilai. 


Dukung Penulis
Suka karya ini? Kirim donasi untuk mendukung penulis favoritmu.
Top Donatur Penulis
Pendukung terbaik untuk penulis ini
#1
Nur Ihwana
1x donasi
Rp5.000
#2
Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
1x donasi
Rp1.000
Iklan
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama 😄
Liora Eowyn
@Liora Eowyn
Penulis di Elbusirypedia. Fokus berbagi tulisan yang bermanfaat.


Info Pembaruan

Terbit: 30 Apr 2026
Diperbarui secara berkala bila ada perubahan.

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Liora Eowyn. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. © 2026 Liora Eowyn

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!