π Artikel Terbaru dari Liora Eowyn
βSebenarnya anak ini pintar, tapi tidak tahu kenapa, setelah pulang dari kampungnya, dia kelihatan nakal,β ujar pengasuh yayasan Panti asuhan saat itu, ketika bapak dari anak perempuan tersebut didatangkan ke asrama.
Satu kalimat yang mengingatkan saya pada masa muda yang penuh dengan ke-galau-an yaitu, 'Dari sekian banyak cara untuk mati, yang terburuk adalah melanjutkan hidup.'
Hari itu, Ayas tidak pernah menyangka akan mendapat kado berisi sepotong celana dalam dari istrinya, Kara. Ia menyentuh permukaannya perlahan, merasakan tekstur yang membelai kulit jemarinya. 'Bahannya bagus,' gumamnya dalam hati, mengagumi kelembutan kain yang terasa premium itu. Namun, dibalik kelembutan kain tersebut, ada sorot mata Kara yang sulit diartikan. Istrinya hanya berdiri di ambang pintu kamar, melipat tangan dengan senyum tipis penuh misteri.
Di sela keriuhan kios daging itu, Titin mengundang setiap tetangga yang ia temui dengan binar mata yang sulit disembunyikan.
Sore itu, Subaidah mencabut beberapa batang serai di kebun kecil samping rumahβmenyambut wangi sedap yang akan menguar nanti malam, saat ia meracik rica-rica dan ketupat demi menyambut tamu lebaran besok.