Andi Muhammad Rifqi Fatahillah
π Artikel Terbaru dari Andi Muhammad Rifqi Fatahillah
Melihat bagaimana negara bekerja hari ini, tidakkah naif apabila kita masih berharap bahwa jargon "Generasi Emas" saat kalender telah menunjukkan angka 2045 benar-benar dapat terwujud, atau hanya sekadar utopia belaka?
Keadilan tidak runtuh karena kurangnya aturan, melainkan karena hilangnya keberanian untuk menjaga nurani hukum itu sendiri.
Dunia mengenal sebuah kode etik tak tertulis yang disebut noblesse oblige. Frasa dalam bahasa Prancis yang secara harfiah berarti βkebangsawanan mewajibkanβ. Sebuah keyakinan bahwa kedudukan yang tinggi bukanlah hak istimewa untuk berkuasa, melainkan kewajiban mutlak untuk melayani.
Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Sebagai negara hukum, mestinya kita bersandar pada asas tersebutβyang mana telah menjadi ruh terhadap bagaimana memandang rakyat sebagai pengampu kedaulatan.
Kasman Singodimejo menyairkan sebuah pepatah kuno yang dalam bahasa Belanda, "Leiden is Lijden", yang berarti memimpin adalah menderita.