Logo
βŒ•
πŸ“š Jelajahi Artikel β€’ 62 artikel tersedia

Artikel

Terbaru
πŸ”

Artikel Terbaru

cover
πŸ“ Tokoh Ternama ✍️ @Kahar πŸ‘οΈ 256 πŸ•’ 07 Feb 2026
Riwayat Hidup dan Pemikiran Anaximenes

Β© Copyright: @Kahar
cover
πŸ“ Perihal Agraria avatar ✍️ Ebtafil mukti πŸ‘οΈ 147 πŸ•’ 07 Feb 2026
Ketika Anak Muda Tidak Ingin ke Sawah: Siapa Yang Akan Memberi Kita Makan?

Masa depan pertanian indonesia tidak ditentukan oleh luas lahan atau banyaknya pupuk, melainkan oleh siapa yang bersedia mengelolanya dengan pengetahuan, teknologi, dan visi jangka panjang

Β© Copyright: Ebtafil mukti
cover
πŸ“ Perihal Agraria avatar ✍️ Ebtafil mukti πŸ‘οΈ 165 πŸ•’ 06 Feb 2026
Eksplotasi Pertanian Melalui Pestisida: Ketergantungan yang Menjerat Alam dan Petani

Pestisida seharusnya menjadi alat terakhir bukan kebiasaan harian. Pertanian Indonesia membutuhkan keberanian untuk keluar dari ilusi Solusi instan, dan mulai membangun sistem yang berpihak pada pengetahuan, keberlanjutan, dan martabat petani.

Β© Copyright: Ebtafil mukti
cover
πŸ“ Wajah Pendidikan avatar ✍️ Muh Ikbal πŸ‘οΈ 174 πŸ•’ 06 Feb 2026
Ketika Buku dan Pena Menjadi Barang Mewah

Β© Copyright: Muh Ikbal
cover
πŸ“ Artikel avatar ✍️ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd πŸ‘οΈ 263 πŸ•’ 05 Feb 2026
Labirin Tanpa Pintu: Menjelajahi Ruang Hampa Sang Terjaga

Tulisan ini merupakan refleksi personal penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kondisi objektif suatu lembaga atau tempat.

Β© Copyright: Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
cover
πŸ“ Kebudayaan kita avatar ✍️ Burhanuddin Elbusiry πŸ‘οΈ 728 πŸ•’ 05 Feb 2026
Buku, Ruang, dan Denyut Kebudayaan

Komunitas literasi bukan hanya soal membaca, melainkan cara dan gaya hidup. Ia mengajarkan bahwa kebudayaan tidak selalu lahir dari gedung megah atau kebijakan besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang diulang dengan penuh kesadaran: dari halaman ke halaman, dari obrolan ke obrolan, dari ruang publik ke ruang domestik, dan dari sanalah kebudayaan serta peradaban kita akan merecup dan merekah.

Β© Copyright: Burhanuddin Elbusiry
Iklan
cover
πŸ“ Kebudayaan kita avatar ✍️ Burhanuddin Elbusiry πŸ‘οΈ 525 πŸ•’ 03 Feb 2026
Kerja-Kerja Kenabian

Peradaban tidak dibangun dari gedung dan regulasi semata, namun dari kebiasaan, nilai dan cara berpikir yang hidup dalam masyarakat. Dan inilah sebetulnya perangkat lunak dari demokrasi dan pendidikan yang mendetak-jantungi peradaban manusia di seluruh penjuru mayapada sejauh ini.

Β© Copyright: Burhanuddin Elbusiry
cover
πŸ“ Potret (Keber)Agama(an) avatar ✍️ Scandy Lumaela πŸ‘οΈ 205 πŸ•’ 02 Feb 2026
Agama di tengah Kepungan Modernitas

Peradaban manusia yang semakin menjauh dari nilai-nilai keagamaan sedang menghadapi risiko kehilangan jati dirinya. Kemajuan tanpa moral adalah kemajuan yang rapuh dan berbahaya. Jika peradaban ingin bertahan dan benar-benar disebut manusiawi, maka nilai-nilai keagamaan harus kembali diberi ruang sebagai fondasi etika dan spiritual.

Β© Copyright: Scandy Lumaela
cover
πŸ“ Seputar Ekonomi avatar ✍️ Burhanuddin Elbusiry πŸ‘οΈ 668 πŸ•’ 31 Jan 2026
Kesalahan Terbesar Sistem Ekonomi Dunia

Strategi busuk industri global tidak lain adalah memutus manusia dari alam dan memanipulasi agar tercipta ketergantungan pada pasar. Jadi, alam yang sejatinya telah menyediakan banyak hal secara gratis melalui sistem swa-kelolanya, harus disingkirkan. Inilah mengapa strategi kapitalis kelas kakap, adalah mengambil alih lahan terlebih dahulu dari para petani dan masyarakat adat.

Β© Copyright: Burhanuddin Elbusiry
cover
πŸ“ Isu-isu Teknologi avatar ✍️ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd πŸ‘οΈ 165 πŸ•’ 31 Jan 2026
Mengintip "Otak" Google Maps: Bagaimana Cara Ia Mengetahui Jalanan Macet?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Google Maps bisa tahu bahwa jalan tikus yang akan Anda lalui berwarna merah pekat karena macet, padahal tidak ada polisi atau kamera CCTV di sana? Google tidak menggunakan sihir; mereka menggunakan kombinasi data raksasa (Big Data) dan kecerdasan buatan (AI).

Β© Copyright: Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
cover
πŸ“ Potret (Keber)Agama(an) avatar ✍️ Scandy Lumaela πŸ‘οΈ 150 πŸ•’ 31 Jan 2026
Abstraksi Ketuhanan: Pencarian atas Entitas Supra-rasional

Abstraksi tidak hanya berfungsi sebagai konsep filosofis yang dingin, tetapi sebagai mata air spiritual yang memungkinkan setiap individu mengalami Yang Tak Terjangkau dengan cara yang unik dan paling mendalam.

Β© Copyright: Scandy Lumaela
Prev
Halaman 4 / 6
Next