Artikel
Artikel Terbaru
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 916
π 05 Feb 2026
Komunitas literasi bukan hanya soal membaca, melainkan cara dan gaya hidup. Ia mengajarkan bahwa kebudayaan tidak selalu lahir dari gedung megah atau kebijakan besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang diulang dengan penuh kesadaran: dari halaman ke halaman, dari obrolan ke obrolan, dari ruang publik ke ruang domestik, dan dari sanalah kebudayaan serta peradaban kita akan merecup dan merekah.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 610
π 03 Feb 2026
Peradaban tidak dibangun dari gedung dan regulasi semata, namun dari kebiasaan, nilai dan cara berpikir yang hidup dalam masyarakat. Dan inilah sebetulnya perangkat lunak dari demokrasi dan pendidikan yang mendetak-jantungi peradaban manusia di seluruh penjuru mayapada sejauh ini.
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 273
π 02 Feb 2026
Peradaban manusia yang semakin menjauh dari nilai-nilai keagamaan sedang menghadapi risiko kehilangan jati dirinya. Kemajuan tanpa moral adalah kemajuan yang rapuh dan berbahaya. Jika peradaban ingin bertahan dan benar-benar disebut manusiawi, maka nilai-nilai keagamaan harus kembali diberi ruang sebagai fondasi etika dan spiritual.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 825
π 31 Jan 2026
Strategi busuk industri global tidak lain adalah memutus manusia dari alam dan memanipulasi agar tercipta ketergantungan pada pasar. Jadi, alam yang sejatinya telah menyediakan banyak hal secara gratis melalui sistem swa-kelolanya, harus disingkirkan. Inilah mengapa strategi kapitalis kelas kakap, adalah mengambil alih lahan terlebih dahulu dari para petani dan masyarakat adat.
βοΈ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
ποΈ 243
π 31 Jan 2026
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Google Maps bisa tahu bahwa jalan tikus yang akan Anda lalui berwarna merah pekat karena macet, padahal tidak ada polisi atau kamera CCTV di sana? Google tidak menggunakan sihir; mereka menggunakan kombinasi data raksasa (Big Data) dan kecerdasan buatan (AI).
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 231
π 31 Jan 2026
Abstraksi tidak hanya berfungsi sebagai konsep filosofis yang dingin, tetapi sebagai mata air spiritual yang memungkinkan setiap individu mengalami Yang Tak Terjangkau dengan cara yang unik dan paling mendalam.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 586
π 30 Jan 2026
Barangkali seni berlibur yang hilang dari diri kita bukanlah soal pergi, tapi bagaimana kita kembali; Kembali ke dalam diri. Lantaran Prambanan dan wisata lain dengan segala keramain dan hiruk-pikuknya, mengajarakan satu hal yang cukup ironis bagi saya: di tengah orang-orang yang mencari jeda, keheningan justru menjadi hal yang paling langka.
Dari Thales, filsafat tidak lahir sebagai sistem matang, melainkan sebagai keberanian untuk bertanya dengan cara yang berbeda. Dan dari keberanian itulah, sejarah pemikiran perlahan mengambil bentuknya.
βοΈ Siti Sri Cahyani
ποΈ 355
π 29 Jan 2026
prinsip mengajar dengan membiarkan anak belajar adalah hal yang saya pegang sejauh ini. Saya percaya, ketika anak diberi ruang untuk belajar dengan caranya sendiri, mereka tidak hanya menjadi lebih pintar, tetapi juga tumbuh sebagai manusia yang utuh.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 302
π 29 Jan 2026
Bahasa ini paralel dengan kesusastraan; kebudayaan, agama dan bahkan kemanusiaan. Nah, itu artinya menjaga bahasa Indonesiaβdengan berbicara, menulis dalam bahasa Indonesia yang baikβberarti menjaga negara dengan prinsip menjungjung tinggi bahasa Indonesia: melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa
βοΈ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
ποΈ 239
π 27 Jan 2026
Indonesia, sebuah bangsa besar yang kaya akan sumber daya dan budaya, seringkali dihadapkan pada dilema pelik dalam panggung politiknya. Di tengah harapan akan kemajuan dan kesejahteraan, tak jarang kita menyaksikan fenomena yang mengikis kepercayaan publik: wajah-wajah yang seharusnya menjadi teladan justru tersandung kasus-kasus memalukan, sementara mereka yang berpotensi membawa perubahan positif justru terpinggirkan atau memilih jalan sunyi. Gambaran ini, meskipun pahit, adalah realitas yang perlu kita hadapi dengan kepala jernih.