Artikel
Artikel Terbaru
βSebenarnya anak ini pintar, tapi tidak tahu kenapa, setelah pulang dari kampungnya, dia kelihatan nakal,β ujar pengasuh yayasan Panti asuhan saat itu, ketika bapak dari anak perempuan tersebut didatangkan ke asrama.
Satu kalimat yang mengingatkan saya pada masa muda yang penuh dengan ke-galau-an yaitu, 'Dari sekian banyak cara untuk mati, yang terburuk adalah melanjutkan hidup.'
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 85
π 15 Apr 2026
Pada akhirnya, kisruh global bukan hanya soal konflik senjata atau perebutan wilayah, melainkan ujian bagi kejujuran intelektual dan moral kita.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 351
π 14 Apr 2026
Demokrasi bukan hanya sekadar sistem politik, tetapi juga pola pikir dan pola sikap. Ia menuntut kita dewasa dalam bernalar, bukan kebebasan tanpa standar.
Hari itu, Ayas tidak pernah menyangka akan mendapat kado berisi sepotong celana dalam dari istrinya, Kara. Ia menyentuh permukaannya perlahan, merasakan tekstur yang membelai kulit jemarinya. 'Bahannya bagus,' gumamnya dalam hati, mengagumi kelembutan kain yang terasa premium itu. Namun, dibalik kelembutan kain tersebut, ada sorot mata Kara yang sulit diartikan. Istrinya hanya berdiri di ambang pintu kamar, melipat tangan dengan senyum tipis penuh misteri.
βοΈ NDRI
ποΈ 155
π 06 Apr 2026
Invasi budaya yang dijelaskan Paulo Freire kini menjelma menjadi penjajahan mental bagi mahasiswa melalui pemaksaan standar gaya hidup dan produktivitas pragmatis dari luar. Akibatnya, mahasiswa mengalami diskoneksi identitas, mereka merasa asing di kampus sendiri dan lebih bangga pada hal-hal yang tidak substansial demi mengejar legitimasi publik. Penjajahan mental ini secara halus membunuh nalar kritis dan organisasi mahasiswa dengan memberikan stigma bahwa idealisme adalah sikap yang tidak realistis.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 350
π 31 Mar 2026
Pengetahuan, sekali lagi dalam ranah ini, hadir bukan sekadar alat untuk memahami dunia, tetapi juga fondasi bagi keadilan dan rasionalitas publik dalam kehidupan bersama kita.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 485
π 30 Mar 2026
Demokrasi yang sehat memerlukan keseimbangan: antara kebebasan dan kedalaman pengetahuan serta antara partisipasi dan kompetensi.
Di sela keriuhan kios daging itu, Titin mengundang setiap tetangga yang ia temui dengan binar mata yang sulit disembunyikan.